Berita Motogp Terbaru - Marc Marquez dianggap begitu perkasa di MotoGP 2017

MISANO – Penampilan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez pada gelaran MotoGP di Sirkuit Misano mendapatkan sanjungan luar biasa. Itu datang dari pengamat MotoGP, Carlo Pernat yang menilai The Baby Alien –julukan Marquez- begitu tampil perkasa.

Ya, Marquez keluar sebagai juara di GP San Marino pada Minggu 11 September 2017. Namun, sejatinya ia memulai lomba tidak dalam posisi terdepan, rider asal Spanyol itu kalah cepat dengan Maverick Vinales (Movistar Yamaha) dan Andrea Dovizioso (Ducati Corse).

Baca juga:

Meski Gagal Raih Podium di Misano, Lorenzo Belum Menyerah Balapan di Lintasan Basah

Tampil di Misano, Bos Honda Ngaku Menyerang di Akhir Balapan Adalah Strategi Marquez sejak Awal

Mendorong Motor dari Tikungan Terakhir Sirkuit Misano, Zarco Kelelahan

Baca Juga: Jadi Pemenang di Sirkuit Misano, Ini Video Luapan Kegembiraan Marc Marquez

Memulai dari urutan ketiga justru membuat juara bertahan MotoGP itu memiliki peluang keluar sebagai juara. Perlahan tapi pasti, Marquez mampu melewati pesaingnya selama balapan yaitu Danilo Petrucci (Octo Pramac) di lap terakhir.

Karena itu, Pernat melihat dominasi Marquez di MotoGP 2017 begitu kuat. Tak ayal, atas kemenangan di trek yang memiliki panjang 4,2 kilometer tersebut membuat posisi peraih tiga gelar juara MotoGP itu kembali naik di urutan pertama dengan mengoleksi 199 poin bersama Dovizioso.   

Baca Juga: Belajar dari Jatuh, Kunci Kemenangan Marquez di GP San Misano

“Saya pikir balapan San Marino telah memberikan sinyal kalau Marquez begitu kuat musim ini. Jika Dovi bisa memenangkan gelar juara dunia, Marquez bisa kehilangan itu semua,” ujar Pernat mengutip dari GPone, Rabu (13/9/2017).

Selain melihat klasemen, Pernat juga menambahkan apabila secara teknis Marquez bisa melampaui batas kekuatan motor. Maklum, melihat penampilan Dani Pedrosa yang tercecer finis di urutan ke-14 kala mentas di GP San Marino.  

“Di sana Marquez tampil luar biasa mengalahkan Petrucci yang melakukan segalanya untuk menang. Kita harus jujur mengakui Marquez tidak memiliki motor yang baik, melihat rekan setimnya finis di urutan ke-14,”tuntasnya.

Tag: misano, san marino, andrea dovizioso, danilo petrucci, maverick vinales, dani pedrosa, marc marquez, yamaha, ducati, honda, repsol